Tampilkan postingan dengan label Love Story's. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Juni 2021

Terjebak Fikiran Benci atau Cinta ?


Apa yang harus kita lakukan apabila terjebak fikiran ?


Kalau benci seseorang, maka di pikiran kita, akan merekayasa sedemikian rupa untuk mendukung kebencian itu. Kalau mencintai seseorang, maka di pikiran kita, akan merekayasa sedemikian rupa untuk mendukung cinta itu. Pikiran sibuk merekayasa hingga kita lupa melihat kenyataannya.


Kalau benci seseorang, pikiran akan lebih memunculkan data-data yang cenderung memvalidasi kebencian itu.Sisi-sisi buruk orang itu diperjelas, sisi-sisi baik orang itu jadi kabur.


Kalau mencintai seseorang? Yang terjadi sebaliknya. Pikiran akan lebih memunculkan data-data yang cenderung memvalidasi cinta itu.Sisi-sisi baik orang itu diperjelas, sisi-sisi buruk orang itu menjadi kabur.


Pikiran sibuk merekayasa. Kita pun tanpa sadar terseret hanyut oleh hasil rekayasa pikiran. Tapi kita jadi berjarak jauh dengan kenyataan. Dengan menyadari ini, ternyata kita tidak pernah bisa membenci seseorang. Karena yang kita benci sebenarnya hanyalah sebatas pikiran kita mengenai orang itu.


Berarti kalau gitu, apakah kita ini juga tidak pernah bisa mencintai seseorang? Iya. Ternyata kita juga tidak pernah bisa mencintai seseorang. Karena yang kita cinta sebenarnya hanyalah sebatas pikiran kita mengenai orang itu.


Kita perlu ingat, di hidup ini kita merasa kewalahan berhadapan dengan banyak hal.Tapi kalau ditelusuri lebih mendalam, kita ini hanya kewalahan berhadapan dengan 2 hal, yaitu kita hanya kewalahan berhadapan dengan pikiran & perasaan kita sendiri.


Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Read More

Rabu, 25 November 2020

MEINDARO MAIN KURSI GOYANG ATAU AYUNAN?




Read More

Kamis, 29 Oktober 2020

MEINDARO DAILY LIFE || BERMAIN MAGNETIC ALPHABET CAR || MINUM SUSU SUDAH MANDIRI





Read More

Rabu, 21 Mei 2014

Rasa Kehilangan

Kehilanganmu sudah berhasil membuatku mencintai kesepian melebihi kesepian itu sendiri.
Masih terekam jelas di ingatanku, senja itu kau berhasil membungkam kosakata yang hendak kusampaikan, sebuah ungkapan rindu tak tertahan. Ketika sebuah abjad, merasa tidak mampu untuk berdiri sendiri diatas putihnya sehelai kertas tanpa bantuan sepasang tangan yang merangkai huruf tersebut.

Ketika warna sayap kupu-kupu yang kupelihara warnanya memudar perlahan, dan aku berharap dengan paletmu, warna-warna ceria itu kembali hadir.

Tetapi tanpa ditandai angin hardikmu datang dengan tiba-tiba laksana badai, dan kau arahkan telunjukmu kepadaku searah lurus jalanan sepi berjelaga.

Bertemankan pilu, bersahabatkan susah hati, aku patuh mengikuti telunjukmu yang terarah lurus, tanpa menangis kukemasi pecahan hati yang berserak, memasukannya dalam lipatan harapan, agar kelak bisa kembali merekat walau berbekas.

Pada ketiak luka yang mengangga aku berjalan pasif, kelebat kenangan tentang kita serupa relief bermunculan dengan teratur. Frasanya sungguh rapi.

Bahkan pada sudut trotoar waktu yang kulewati, bekas jejak kita beriringan masih nampak ranum merona.

Pun pada setiap persimpangan yang kita lalui, disana terdapat beratus bahkan beribu ceceran rindu yang tersemai.
Read More

Jumat, 25 April 2014

Tapi Kita Masih Disini

Kalau hati nya bilang sayang.
Memang susah untuk kita melupakan satu kehilangan.
Lantaran hati kita merintih.
Meraung inginkan ia kembali.
Bersabar lah wahai hati.
Kerana yang pergi itu akan digantikan dengan yang lebih baik.
Bukan kesempurnaan tapi saling melengkapi.


Kalau bercinta selama mana pun.
Kalau tak jodoh..usah di tangisi pula wahai sayangku.
Bercinta itu tak bermakna memiliki.
Bercinta itu adalah untuk kita mengenali.


cinta bila disulam...akan berbenih lagi....
cinta kalau di buang.....pasti datang lagi....


Haruskah aku mengerti kalau dia tinggalkan aku tanpa sebarang alasan.
Haruskah aku menangisi bila hati aku disakiti.
Dan mampukah aku merintih kalau dia memang bukan jodoh aku.
Walaupun hati ini menyayangi mu.
Aku ridho dengan apa yang berlaku.
Kerana cinta tak semestinya memiliki
Read More

Jumat, 11 April 2014

Tentang Kehilangan

Kehilanganmu sudah berhasil membuatku mencintai kesepian melebihi kesepian itu sendiri.
Masih terekam jelas di ingatanku, senja itu kau berhasil membungkam kosakata yang hendak kusampaikan, sebuah ungkapan rindu tak tertahan. Ketika sebuah abjad, merasa tidak mampu untuk berdiri sendiri diatas putihnya sehelai kertas tanpa bantuan sepasang tangan yang merangkai huruf tersebut.

Ketika warna sayap kupu-kupu yang kupelihara warnanya memudar perlahan, dan aku berharap dengan paletmu, warna-warna ceria itu kembali hadir.

Tetapi tanpa ditandai angin hardikmu datang dengan tiba-tiba laksana badai, dan kau arahkan telunjukmu kepadaku searah lurus jalanan sepi berjelaga.

Bertemankan pilu, bersahabatkan susah hati, aku patuh mengikuti telunjukmu yang terarah lurus, tanpa menangis kukemasi pecahan hati yang berserak, memasukannya dalam lipatan harapan, agar kelak bisa kembali merekat walau berbekas.

Pada ketiak luka yang mengangga aku berjalan pasif, kelebat kenangan tentang kita serupa relief bermunculan dengan teratur. Frasanya sungguh rapi.

Bahkan pada sudut trotoar waktu yang kulewati, bekas jejak kita beriringan masih nampak ranum merona.

Pun pada setiap persimpangan yang kita lalui, disana terdapat beratus bahkan beribu ceceran rindu yang tersemai.
Read More

Minggu, 12 Mei 2013

Cinta akan membawamu dalam damai

Cinta tak pernah meminta, ia senantiasa memberi. Cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah mendendam. Di mana ada cinta disitu ada kehidupan.
Read More

Minggu, 28 April 2013

Tak kan selamanya

Ketika bahagia memenuhi ruang hatimu, jangan pernah menjanjikan selamanya dengannya jika kamu tak bisa menyakinkan hatimu untuk bersama dengannya mengarungi hari esok, kerana kamu takkan pernah tahu sejauh mana sebuah janji yang tak terpenuhi mampu menghancurkan hati dan hidup seseorang. 

"Makrus love story"
Read More

Minggu, 10 Februari 2013

Love is Like a ‘Trial and Error Theory’

(Based on a True Story. Nama disamarkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan).
Tulisan ini berawal dari hasil curhat colongan antara dua orang teman masa kecil yang tinggal di depan rumah dan udah lama banget ga ketemu. Sebut saja namanya Mawar dan Melati (Loh, koq kayak berita-berita di koran Lampu Merah yah? Hihihi)

Mulai dari obrolan basa-basi tentang kabar masing-masing, kesibukkan Melati jadi mahasiswa tingkat profesi yang sedang menunggu sidang komprehensif, dan kerjaan Mawar di salah satu instansi pemerintah, sampai akhirnya mereka tiba di  topik antarcewek jomblo yang sangat serius: Their Love Life.

Well, well.. rupa-rupanya mereka punya cerita yang hampir mirip. Apalagi kalau bukan Fraktur Hepar alias Broken Heart alias Patah Hati. Ceritanya Mawar suka sama seorang cowok, tapi ternyata cowok itu malah suka sama cewek lain yang juga temen mereka. Jadilah dia patah hati.

Lain lagi cerita Melati. Melati memang sudah sekitar 6 bulan putus dari pacarnya. Saat ini Melati sedang dekat dengan seorang cowok yang juga merupakan sahabatnya. Sebut saja namanya Kumbang. Mereka udah temenan sejak awal masuk kuliah. Entah gimana awalnya, Melati dan Kumbang jadi ‘lebih dekat’. Sampai suatu hari Kumbang minta Melati jadi pacarnya, tapi Melati menolak dengan alasan dia belum siap dan masih trauma karena mantannya dulu. Meskipun sudah mulai move on, Melati masih takut. Apalagi sahabatnya sendiri yang minta jadi pacarnya. Melati takut kalau suatu hari mereka putus, tali persahabatan mereka juga putus. Apalagi Melati dan Kumbang sama-sama baru putus dari pacar mereka. Melati ga mau orang-orang berpikiran mereka pacaran untuk cari pelarian (yaelaaahhh). 

Untungnya Kumbang mengerti dan menerima alasan Melati. Akhirnya mereka sepakat setelah kejadian ‘penembakkan’ itu, tidak boleh ada yang berubah. Dan akhirnya mereka tetap dekat satu sama lain. Yang bikin Melati bingung, si Kumbang ini sepertinya masih tetap berusaha mendekati Melati dengan ‘main halus’, sementara Melati sendiri masih merasa bingung dengan perasaannya. Melati bingung jawaban seperti apa lagi yang akan dia berikan seandainya Kumbang minta Melati jadi pacarnya untuk yang kedua kali.

Usai mendengar curahan hati Melati, Mawar bilang bahwa cinta itu terkadang seperti Trial and Error Theory alias Teori Percobaan dan Kegagalan. Intinya, Melati itu masih belum berani ambil keputusan. Meskipun jelas-jelas Melati dan Kumbang sama-sama suka, tapi karena trauma, Melati takut mengambil keputusan yang salah. Terima atau tidak.

Mencoba untuk menerima, berarti siap menanggung resiko 50:50, patah hati lagi atau langgeng sampai seterusnya. The point is, she had tried. No matter what happen next. Tidak mencoba berarti siap menanggung resiko, bahwa suatu saat Kumbang mendapat pacar lain dan Melati terlambat menyadari kalau sebenarnya dia juga suka sama Kumbang. Dan saat itu, Melati tidak boleh kecewa apalagi marah. Alias GAGAL. She didn’t get anything, because she didn’t tried anything.

Well, memang yang namanya cinta itu ga bisa dipaksakan karena itu masalah hati masing-masing. So, akhirnya Mawar dan Melati sepakat bahwa Melati masih butuh waktu untuk berpikir and make sure about her heart.
Karena rasa takut sakit hati,
kita menghindari jatuh cinta,
mempertahankan cara-cara lama kita,
sulit mempercayai orang dan mencoba yang baru.

Sebetulnya, bukan kepedihannya yang berbahaya,
tetapi sikap dan perilaku kita yang sama itulah,
yang akan membuat kita merasakan kepedihan yang sama.

Takut merasakan kembali kepedihan masa lalu
adalah pencegah utama dari upaya
untuk memperbaiki kehidupan.
-Makrus-
Read More

Sabtu, 09 Februari 2013

Apa itu Pacaran?

"Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian". -Makrus-

Pacaran. Apa yang dibenak kalian setelah mendengar kata pacaran ? sesuatu yang indah, sesuatu yang tabu, atau sesuatu yang menyakitkan ? Untuk saat ini saya pribadi belum bisa mengartikan suatu makna dari pacaran. Ada yang bilang pacaran adalah suatu proses latihan untuk menuju ke dunia pernikahan. Artinya apabila menjalin pacaran dan mengalami suatu polemik dalam hubungan agar tidak kaget ketika ada menghadapi permasalahan dalam pernikahan. Tapi ada juga yang bilang pacaran adalah suatu ikatan sejoli yang sedang merasakan jatuh cinta.

Mungkin sebagian orang mengartikan suatu pacaran adalah suatu yang negative karena melihat realita di zaman sekarang banyak pasangan muda-mudi yang tengah kasmaran menimbulkan sesuatu yang menimbulkan dampak yang negative. Misalnya, hamil diluar nikah, sering terjadi kekerasan fisik maupun psikis, hanya akan menyakiti hati satu sama lain. Terima nggak terima itulah realita pacaran di zaman sekarang. Hal ini sangat terbanding terbalik dengan makna yang melandasi suatu pacaran yaitu cinta.

Secara sederhana saya mencoba mengartikan apa itu makna cinta. Cinta adalah saling melindungi. Kenapa saya mengartikan tersebut. Misalkan saja, kamu mempunyai kucing yang sangat kamu cintai pasti kamu akan merawat dia, member makan dia, mengecek kesehatan dia, menyisir bulu-bulu dia, membersihkan kandangya. Ya itulah arti makna sederhana cinta yaitu saling melindungi bukannya malah merusak. Pada saat ini banyak pasangan muda-mudi yang salah mengartikan apa itu cinta. Untuk menunjukkan rasa cinta sangat tidak perlu adanya hubungan seks karena hal ini hanya akan merusak masa depan dan yang paling penting hal ini bukanlah salah satu wujud ungkapan rasa cinta.

Untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada si dia kita hanya perlu jadi sendiri dan mencoba memberikan yang terbaik kepada si dia.
Read More

Cinta Itu Seperti Bunga Mawar

” Mekar mawar yang kautanam di hatiku, tercium wangi semerbak. Lambangkan segala sayang dan cinta, hanya untukmu seorang.” -Makrus-

Cinta itu seperti bunga mawar, satu bentuk perumpamaan yang saya rasa cocok untuk menggambarkan apa itu cinta. Seperti yang kita tahu bunga mawar itu identik sekali dengan cinta, itu sebabnya kenapa cinta sering di lambangkan dengan bunga mawar. Bunga mawar itu adalah bunga yang indah dan cantik, dan siapapun orang pasti menyukainya. Tapi asal kita tahu di bawah keindahannya terdapat duri yang setiap saat bisa menusuk anda. jadi kalau kita tidak hati-hati memegang bunga mawar, maka bersiap-siaplah kita tertusuk durinya.

Seperti itulah cinta. Kita tahu bahwa cinta adalah sesuatu yang indah dan membahagiakan, cinta bisa membiat orang sakit menjadi sembuh, membuat orang tua terasa lebih muda, membuat gadis biasa menjadi secantik sinderela, membuat orang yang miskin terasa kaya dan membuat yang susah jadi bahagia. Hal ini bisa terjadi jika kita menghirup apa itu indahnya cinta, tapi perlu juga kita ketahui bahwa cinta juga bisa orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang kaya menjadi miskin, orang normal menjadi gila, jika dia mendapatkan pahitnya cinta atau duri cinta

Hal-hal di atas adalah fakta dan realita yang ada di sekitar kita. Untuk itu belajarlah mencintai jangan hanya dari luarnya saja. Terkdang apa yang kelihatannya baik, ternyata di dalamnya terdapat keburukan, sedangkan apa yang kelihatannya buruk terkadang tersimpan kebaikan di dalamnya. Memang tidak mudah menemukan cinta yang benar dari pasangan anda, karena sekarang apa yang tampak dari luar sering menipu. Karena alasan itulah kita tidak bisa seenaknya memilih cinta, berhati-hati itu lebih baik dari pada kita menjadi korban atas cinta palsu atau cinta yang penuh kebohongan.

Seseorang yang bisa menempatkan cintanya secara benar maka dia akan menemukan indahnya cinta yang sebenarnya. Apakah menemukan cinta yang sebenarnya itu mudah? Tentu tidak! Kalau mudah tentu tidak akan ada orang yang sakit hati karena cinta, hal ini mengaskan bahwa menemukan cinta sebenarnya itu butuh proses yang melibatkan emosi, pikiran dan kekuatan spititual. Sehingga cinta yang di dapatkan benar-benar cinta yang mendatangkan kebahagiaan bagi semua orang.
Read More

Cerita Tentang Cinta

Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap beterpadu
Dalam lembaran penuh warna kehidupan angan yang terpendam kan terwujud
Cita-cita yang tinggi kan tergapai dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan
Itulah arti dari mencintai diri sendiri

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya
Walaupun dia tidak berada di sisi kita
Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan
Dua tangan untuk memegang
Dua telinga untuk mendengar
Dan dua mata untuk melihat
Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati kepada kita?
Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya
Itulah cinta…

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba
Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup
Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi jika kita masih tidak dapat melupakan
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan
Walaupun mereka telah dikecewakan
Kepada mereka yang masih percaya
Walaupun mereka telah dikhianati
Kepada mereka yang masih ingin mencintai
Walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan
Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan
Jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tersayang
Hingga dia meninggal dunia dan akhirnya kita terpaksa mencatat kata-kata cinta itu pada pusara
Sebaiknya ucapkanlah kata-kata cinta yang tersimpan di benak kita
Sekarang selagi ada hayatnya
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah
Sebelum bertemu dengan orang yang tepat

Kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia tersebut
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis
Debu menjadi emas
Keruh menjadi bening
Sakit menjadi sembuh
Penjara menjadi telaga
Derita menjadi nikmat
Dan kemarahan menjadi rahmat

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita
Tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cinta itu kepadanya
Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang
Ibarat kata seperti memetik sekuntum mawar merah
Kadangkala kita mencium harum mawar tersebut
Tetapi adakalanya kita merasakan disaat duri mawar itu menusuk jari
Hal yang menyedihkan dalam hidup
Adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita
Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti
Dan kita harus membiarkannya pergi

Kadangkala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati
Sehingga kita kehilangannya
Pada saat itu tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi
Cintailah seseorang itu atas dasar “siapa dia sekarang”
Dan bukan “siapa dia sebelumnya”
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi
Sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati

Hati-hati dengan cinta
Karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit
Orang gemuk menjadi kurus
Orang normal menjadi gila
Orang kaya menjadi miskin
Raja menjadi budak
Jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu
Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai
Tersimpan keburukan didalamnya
Dan kemungkinan apa yang kita benci
Tersimpan kebaikan didalamnya

Cinta kepada harta artinya bakhil
Cinta kepada perempuan artinya alam
Cinta kepada diri sendiri artinya bijaksana
Cinta kepada mati artinya hidup
Dan cinta kepada Tuhan artinya takwa

Lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut
Pasti ia akan membawa seekor ikan
Lemparkanlah pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti
Pasti ia akan mati kelaparan

Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam
Tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih
Dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar cangkang yang bergemerincing
Cinta adalah keabadian dan kenangan adalah hal yang terindah
Dalam cinta yang pernah dimiliki

Siapapun pandai menghayati cinta
Tapi tak seorangpun pandai menilai cinta
Karena cinta bukanlah sesuatu wujud yang bisa dilihat oleh kasat mata
Sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan menimbulkan kehidupan padanya
Serta membuat budak menjadi pemimpin
Itulah dasarnya cinta…

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri
Dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan dari dalam dirinya
Kita tidak akan pernah tahu bila kita akan jatuh cinta
Namun apabila sampai saatnya itu raihlah dengan kedua tanganmu
Dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata yang murah dan lumrah
Tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat melihat dan menilai kesucian
Bercinta memang mudah
Untuk dicintai juga memang mudah
Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan
Lebih baik cinta itu tak pernah hadir
Karena cinta sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan didalamnya

Cinta itu seperti kupu-kupu
Tambah dikejar tambah lari
Tapi kalau dibiarkan terbang dia akan datang disaat kita tidak mengharapkan
Cinta dapat membuatmu bahagia
Tapi sering juga menjadi sedih
Tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya
Jadi janganlah terburu-buru dan pilih yang terbaik
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang
Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri
Jangan pernah bilang “I Love You” kalau kita tidak pernah peduli
Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu untuk menghancurkan hatinya
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang dilakukan kita hanya untuk berbohong
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain
Adalah membiarkannya jatuh cinta
Sementara kita tidak meneriab untuk menangkapnya
Cinta bukan “ini salah kamu” tapi “maafkan aku”
Bukan “kamu dimana sih” tapi “aku disini”
Bukan “gimana sih kamu” tapi “aku ngerti ko”
Bukan “coba kamu ngga kayak gini” tapi “aku cinta kamu seperti kamu apa adanya

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama
Maupun berapa sering kita bersama
Tapi apakah selama kita bersama kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan
Dan menyayat sedalam yang kita izinkan
Yang berat bukan bagaimana cara mengulangi kesedihan dan kerinduan itu
Tapi bagaimana cara belajar darinya

Cara jatuh cinta
Jatuh tapi jangan terhuyung-huyung
Konsisten tapi jangan memaksa
Berbagi dan jangan bersikap tidak adil
Mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut
Sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu
Memang, sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain
Tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita

Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang
Lebih menyakitkan apabila kita dilupakan oleh kekasih
Tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kita rasakan
Yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta
Hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita
Dan kita sudah menghabiskan waktu yang banyak untuk orang yang tidak pernah menghargainya
Kalau dia berkata “tidak”
Maka ia tidak akan pernah berkata “ya” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi
Biarkan dia pergi…

Cinta adalah semangat
Cinta adalah kepercayaan
Cinta adalah energi yang tidak bisa dimusnahkan
Ia hanya bisa berubah bentuk
Cinta memang tak harus memiliki
Karena mencintai berarti memberi tak pernah meminta
Read More

What is Love?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
Read More

Jumat, 08 Februari 2013

Cinta dan Jeruk Manisku

Seperti biasa sesudah sholat Magrib, aku menjemput dia di gereja. Aku menunggu di depan gereja bersama motor tuaku (kaze red) buatan sebelum masehi saat kerajaan majapahit masih berjaya. Tatapanku lekat ke bagian samping gereja. Di sebuah ruangan di samping gereja, ada seorang wanita dengan senyum simpulnya menyalami anak-anak kecil yang keluar dari ruangan itu. Wanita itu bernama Via. Wanita yang 2 tahun terakhir ini aku anggap penting, terpenting kedua setelah ibuku. Wanita ini berbeda, Sabtu sore biasanya seorang wanita menghabiskan sisa weekend mereka dengan "meejeeng" di berbagai trade center, tapi Via menghabiskan Sabtu sorenya untuk mengajar anak-anak sekolah minggu di gerejanya. Dia menyayangi anak-anak seperti aku menyayangi dia atau mungkin sangat amat menyayangi.

"Udah lama ya, Kus?" Sapanya ringan tapi mengagetkanku.
"Markus Setiawan! 2 tahun kenal tetap aja panggil Kus, Kus, Tikus! Enggak, aku juga baru nyampe kok." Aku menjawab pertanyaannya.
"Sensi banget! Laper ya? Eh, ada rumah makan bakmi di dekat gerejaku. Kata temenku enak lho. Coba yuk! Aku yang traktir!" Dia mengajakku dengan semangat.
"Boleh. Kalau aku nambah, kamu bayarin juga kan?"
"Iyadeh. Makan sekalian sama piring-piringnya deh ya!"
"Sekalian sama gerobak deh."
"Ih, cepet ah! Aku laper!" Dia memasang tampang cemberut sambil menaiki motorku. Cuma dia satu-satunya wanita yang mungkin tidak malu menaiki motor tua dengan pengendara acak-acakan seperti aku ini.
***
"Bakminya ternyata enak! Aku kira enaknya cuma kata orang-orang aja. Ternyata enak beneran!" Dia berkata dengan penuh keyakinan, untuk meyakinkan otakku mungkin.
"Semua bakmi ya rasanya kayak gini!"
“Sstt.. frontal banget sih!” Dia menarik hidungku sampai merah. Sakit!
“Lebay! Baru ditarik pake tangan kan, bukan pake garpu bangunan!”
“Sangar banget sih!” Aku membalas menarik hidungnya tapi dia malah tertawa. Aku menikmati suasana ini, suatu saat mungkin aku akan merindukan saat-saat seperti ini. Sungguh, aku ingin menjadikan dia sesuatu yang satu-satunya kulihat saat bangun pagi, tapi kita berbeda, bumi dan langit. Sesuatu yang kita yakini, agama, malah menjadikan kita terasa benar-benar berbeda.
***
Sesampainya di rumah, aku melihat mama sedang menonton televisi. Aku duduk di samping beliau dan mencium tangannya. Tanpa berkata-kata, aku langsung meninggalkan beliau menuju kamar.
“Jemput Via lagi ya?” Suara mama yang tinggi mengagetkanku.
“Iya,Ma.” Aku menjawab pendek.
“Kamu tuh gak ngerti ya kalau mama bilangin! Selesai sholat Magrib, langsung pulang! Gak usah kelayapan dan sok-sokan baik jemput-jemput Via! Emang dia mau ngasih apa kalau kamu jemput? Emang dia siapa sampe kamu repot-repot buat jemput?”
“Berbuat baik kan gak salah,Ma.”
“Mama gak suka liat kalian sering-sering berdua. Kamu ngapain sih deket-deket sama dia? Mending kamu cari wanita yang lebih pantas, seagama, jilbaban, terus kenalin ke mama. Gitukan lebih baik!”
"Tapi, Ma. Seharusnya agama itu tidak persekat-sekat kan!" Aku berkata kepada ibuku dengan nada tinggi, kesal.
"Kalian berbeda agama. Beda cara beribadah, berbeda pula siapa yang kalian sembah. Begitu pula dengan ideologi hidup kalian! Agama berbeda maka berbeda juga tujuan hidup di dunia ini. Kalian tidak akan bersatu! Alam semesta mau sesuatu yang seimbang, bukan sejoli angkuh seperti kalian!" Ibuku menghujani perkataan yang membuat aku tambah kesal, hatiku sakit, teriris.
"Tuhan itu cuma satu! Hanya cara-cara menyembah-Nya saja yang berbeda!" Aku berjalan, membanting pintu kamar. Amat sangat kesal.
***
Seperti hari Minggu biasanya, selesai sholat Magrib, aku menjemput Via di gereja. Selesai menyalami anak-anak sekolah Minggu, dia menghampiri aku yang sedang duduk dimotorku. Dia melipat wajahnya, seperti menyembunyikan sesuatu.
"Maaf ya, Kus. Aku mau pulang sendiri. Tapi, nanti malam kita ketemu di tempat biasa ya. Aku mau membicarakan sesuatu dan itu butuh tempat sepi." Nadanya menyimpan banyak perasaan getir. Aku takut.
***
Di bawah sinar rembulan, aku menatapnya lekat.
"Aku gemar berdoa. Bercerita pada Tuhan tentang kita. Dalam persepsiku, Tuhan ikut bahagia. Walau kita menyebutNya dengan nama berbeda." Dia berbicara dan menatapku, dalam.
"Tapi kok aku gak merasa Dia bahagia? Aku ke masjid, kamu ke gereja. Semusim kita menjalani itu semua, tapi orang-orang sekitar menganggap kita bodoh. Mereka menertawakan dua orang berbeda keyakinan yang sering menghabiskan waktu bersama, berdua. Bukan untuk berzinah tapi untuk meyakinkan pada dunia bahwa perbedaan bukan alasan untuk tidak saling mengasihi. Mereka bilang kita pacaran, tapi jutaan kali kita mengatakan sahabatan. Ah.. Sahabatan. Status yang selalu membuatku sesak. Padahal, aku begitu menyayangimu, Bi. Bahkan saat mereka menganggap kita berdua bodoh!" Aku berkata dengan segala kesesakan yang aku rasa. Lega.
"Aku juga sayang sama kamu, Kus. Ini yang selalu membuatku semakin sesak saat ngelihat mata kamu. Harusnya dunia gak sekeras ini sama kita." Dia berkata dengan penuh kejujuran, aku merasa sesak.
"Mungkin ini akan ngagetin kamu, bulan depan aku akan mengikuti seminari suster. Seumur hidupku akan ku berikan untuk melayani Tuhan. Aku udah mikirin ini jauh-jauh hari, jadi jangan tanya kenapa karena pasti jawabannya akan benar-Benar panjang!" Dia berkata dengan perasaan resah dan gundah, seperti tidak yakin bahwa dia bisa melakukan hal itu.
"Kamu yakin?"
"Keyakinan itu bisa datang karena terbiasa dan mengerti apa yang diyakinki. Aku gak yakin bisa ninggalin semua, termasuk kamu…" Dia berkata dengan mata memerah, menahan tangis.
"Kamu akan menemukan tulang rusukmu, Kus, yang jelas bukan aku. Kamu akan menemukan yang terbaik, lebih baik daripada aku."
Aku terdiam, tidak bisa menahan air mata itu. Aku terlihat seperti lelaki bodoh, menangis di depan wanita yang aku cintai dan begitu berarti.
"Aku mungkin bakal kangen sama kamu. Tapi aku gak harus terenyuh dan terlalu memikirkan kangen itu,Kus. Kamu dan aku akan baik-baik saja."
Aku tidak bisa berhenti menatap matanya yang benar-benar merah. Dia benar-benar ingin menunjukan padaku bahwa dia adalah wanita yang kuat.
"Pulang yuk, udah malam." Dia menarik lengan bajuku, pertanda agar aku segera menaiki sepeda motorku.
Akhirnya kami pulang dan masih menyimpan banyak sakit. Tuhan belum puas membunuhku dengan harapan-harapan kosong yang aku buat sendiri.

Butir-butir air membasahi tanganku. Hujan! Walaupun masih rintik-rintik. Aku takut, Via kehujanan. Butir-butir hujan itu semakin bertambah, rintik-rintiknya menjadi deras. Dingin, aku merasa begitu dingin. Dari belakang, dia menggenggam bahuku. Memelukku dengan erat. Jika seperti ini, aku ingin merasa terus kedinginan, agar dia bisa terus memelukku. Pertama kali dan terakhir kali dia memelukku, sebelum aku mengikhlaskannya sebagai kekasih Tuhan.

"Aku gemar berdoa. Bercerita pada Tuhan tentang kita. Dalam persepsiku, Tuhan ikut bahagia. Walau kita menyebutNya dengan nama berbeda" -makrus- 
Read More

Cinta adalah janji

 
Cinta adalah janji, cinta adalah kenang-kenangan, sekali diberikan maka tak akan pernah terlupakan dan tak pernah hilang.
Read More

Perasaan Kita Untuk Tuhan

Tasbih erat dalam genggamanku 
Rosario terselip di jemarimu
Seperti biasa.

Al-quran di tanganku
Alkitab di tanganmu
Merapal doa yang sama
dengan bulir air mata

Aku bersujud
Kamu melipat tangan
Air mata mengalir melewati bibir
bulir air yang disebabkan cinta
Semoga tangis ini
bukan karena menangisi kesalahan kita
Semoga ini hanya tangis kerinduan

Lalu...
Kita saling menengadah
berusaha mencari-cari Tuhan di langit-langit kamar
Ada rasa sesak yang menjalar
rasa takut yang mengakar

Sebenarnya...
Apa salahku dan salahmu?
Apa salah kita?
hingga untuk jatuh cinta pun
terasa begitu menyakitkan dan menyedihkan

Tuhan...
Ceritakan pada kami tentang agama
Mungkin...
Setelah itu Kautahu rasanya menjadi kami

Berkatalah, Tuhan
Tentang apa saja
Semua dari bibirMu adalah benar
Termasuk, agama?
Read More

Love And religion


"Betapa indahnya pertemuan antar manusia sebagai manusia Hablumminannas (Hubungan Manusia Dengan Manusia), bukan sebagai yang dikuasai oleh segala atribut sosial dan dogma agama yang MENGEKANG kemanusiaannya".

Aku tak mengerti mengapa perbedaan masih saja dianggap sebagai sesuatu yang asing. Aku tak mengerti bagaimana pola pikir seseorang yang menganggap perbedaan adalah sampah. Dimana perbedaan tak dapat dihargai, dimana perbedaan tak mendapat tempat se-inchi pun dalam kehidupan sosial masyarakat. Indonesia, negara yang katanya menghargai perbedaan, tapi menyentuh perbedaan pun rasanya amat menjijikan. Jadi, untuk apakah Sang Garuda mencengkram tulisan "Bhineka Tunggal Ika" jika perbedaan masih saja menjadi sesuatu yang tabu? 

Agama. Sesuatu yang kadang terkesan maya tapi ada. Sesuatu yang kadang tak diketahui tetapi berusaha untuk dipahami. Sesuatu yang diluar otak manusia tapi berusaha untuk dicapai oleh otak manusia. Agama dan perintah Tuhan, apakah selalu mengekang? Seringkali agama menjadi jurang yang tak mampu dijembatani oleh cinta. Agama dan cinta, sesuatu yang Tuhan ciptakan tapi secara brutal dirusak oleh manusia! 

Aku tahu, diluar sana ada ribuaan atau bahkan jutaan pasangan yang saling jatuh cinta walau dalam perbedaan. Bukankah kehidupan pasti butuh perbedaan? Kalau semua hal sama, bukankah membosankan? Pasangan yang berbeda dalam banyak hal, terutama yang paling kontras adalah perbedaan agama. Mereka berusaha sekuat mungkin untuk menunjukan bahwa mereka bukanlah sampah yang harus dikucilkan karena pola pikir masyarakat. Mereka bertahan walau dalam kesakitan, mereka berteriak walau dalam kebisuan, nurani mereka terpasung oleh sesuatu yang (katanya) disebut DOGMA AGAMA. Sesulit itukah mempertahankan cinta, ketika mereka tahu bahwa mereka bukanlah pasangan yang direstui oleh DOGMA AGAMA? Mereka mencoba menutup telinga dari cemooh masyarakat yang tak mengerti apa itu CINTA dan apa itu AGAMA. Mereka bertahan untuk sesuatu yang tak tahu dimana ujung dan akhirnya. Itulah cinta, yang mampu membuat dua orang yang terikat menjadi begitu kuat untuk menghadapi cobaan terhebat. 

Cerita lainnya, pasangan dengan dua agama, pasangan berbeda yang telah diikat oleh tali pernikahan. Di depan altar suci mereka berikrar janji. Bertahun-tahun mereka bahagia dengan kehidupan yang mereka jalani. Setiap minggu pagi, sang wanita pergi ke gereja, mengucap Pengakuan Iman Rasuli dan mengujar Doa Bapa Kami.

Pagi-pagi sekali, sang suami menghadap Tuhan, bersujud haru dibawah telapak kaki Tuhan, sambil membaca surat-surat dengan bahasa arab. Salahkah kalau dalam perbedaan mereka tetap berbahagia? Salahkan jika ada dua Tuhan dalam satu rumah tangga? Salahkan jika ada dua Allah dalam satu cinta? Bukankah dengan begitu cinta bisa mempertegas tugas utamanya? Menyatukan dua orang yang penuh perbedaan tanpa peduli apa kata orang!

Hey, kalian! Kenapa kalian tercengang mendengar ceritaku? Kenapa kalian membisu ragu mendengar dentuman gelisahku? Jadi, kalian baru sadar kalau disekitar kalian ada orang yang tersiksa karena DOGMA AGAMA? Jadi, kalian baru sadar ada pasangan yang begitu sulit untuk saling jatuh cinta karena AGAMA? Yak, kamu yang berjilbab! Pernahkah kamu berpikir bahwa dari jutaan wanita berjilbab ada beberapa orang diantara mereka yang jatuh cinta pada seseorang yang beribadah di gereja? Yak, kamu yang berkalung salib! Pernahkah kamu berpikir bahwa dari jutaan orang yang berkalung salib ada beberapa diantara mereka yang jatuh cinta pada seseorang yang beribadah di masjid? Jadi, apakah salahnya CINTA jika dia hanya menjalankan tugasnya untuk menyatukan perbedaan? Pantaskah AGAMA untuk ikut campur?

Inilah Indonesia! Pikirannya yang masih (sok) ketimuran! Menganggap perbedaan adalah pemerkosa kesatuan! Menganggap perbedaan layaknya pekerja seks komersial yang harus diarak dan dilempari batu hingga mati! Inikah Indonesiaku yang (katanya) punya slogan Bhineka Tunggal Ika itu? Hanya slogan ya? Tidak dilakukan melalui tindakan? Memalukan! Tapi, sebenarnya, kita pun tak pernah berhak untuk menyalahkan DOGMA AGAMA. DOGMA AGAMA bilang mencintai seseorang yang berbeda agama sama saja seperti mencintai gelap. Terang tak mungkin dapat bersatu dengan gelap. DOGMA AGAMA bilang seperti ini, DOGMA AGAMA bilang seperti itu, DOGMA AGAMA bilang........ Ah! Aku benci ketika manusia malah menjadikan DOGMA AGAMA sebagai Tuhan, bukan malah menjadikan TUHAN sebagai TUHAN!

Agama mengajarkan cinta dan kasih, agama mengajarkan bagaimana mencintai dan mengasihi seseorang yang berbeda. Cinta mengajarkan manusia menjadi manusia, cinta menjadikan manusia menjadi mahluk sosial. Cinta dan agama, sulit dimengerti, sulit untuk disatukan, tapi ada dan nyata.

Mengapa Tuhan menciptakan perbedaan jika DIA hanya ingin disembah dengan satu cara? Pertanyaan yang sulit kujawab dengan logikaku yang sungguh terbatas, tapi jawaban akhir yang bisa kusimpulkan adalah cinta sejati berasal dari Tuhan, makanya itu Tuhan menciptakan cinta agar yang berbeda bisa saling menyatu.
Read More

Cinta Dunia Maya, Gak Butuh Logika

Aku tahu sejak awal bahwa cinta kita langka. Cinta yang jatuh sempurna pada titik yang tak diduga. Cinta yang tercipta dari setiap karakter tulisan yang terbaca. Cinta yang menjelma menjadi nyata dan menggerogoti aku dan kamu, kita.

Apakah ini bisa disebut dengan cinta? Saat hanya namamu selalu kueja dalam hatiku, walaupun aku belum pernah memandang matamu. Apakah ini bisa disebut cinta? Saat aku merindukanmu, walaupun jemari kita belum saling menggenggam hingga detik ini. Apakah ini bisa disebut cinta? Saat frekuensi suara tangismu mengalir melalui mahluk tak berdenyut arteri bernama handphone itu.

Seberapa pentingkah perjumpaan nyata buatmu? Aku hanya bisa mereka-reka, seberapa dalam perasaanmu padaku. Aku hanya bisa mengira-ngira, seberapa dalamkah virus yang kita sebut cinta itu menggerogoti hati dan pikiranmu. Yang aku tahu, cerita kita ada, walaupun begitu langka.

Mereka mengatakan bahwa perjumpaan nyata itu penting dan harus. Ya, karena tidak mungkin kita hanya bertahan pada suara lembut yang menggugat sepi dan huruf-huruf yang terangkai manis itu. Mereka bilang dunia maya itu abstrak, semua yang berada di dalamnya selalu dipertanyakan kenyataannya. Tapi, bukankah cinta itu bisa datang darimana saja, bahkan dari jejaring sosial yang terlihat sepele dan mengenaskan itu.

Kita memang tak bisa memungkiri keadaan. Ada sekat jarak ratusan kilometer yang membatasi aku dan kamu. Ada gemerisik rindu yang berteriak keras; jelas dalam hatiku untuk segera menemuimu, merasakan sinar matamu, dan hangat jemarimu saat menggenggam celah-celah jemariku.

Walaupun kamu jauh, aku tetap bisa menyentuhmu melalui doa. Walaupun kamu jauh, aku tetap bisa merasakan rindu yang begitu hebat mengobrak-abrik isi otakku sehingga bayanganmu semakin melebar dan membesar. Walaupun kamu jauh, kita tetap dapat melihat bulan yang sama, sayangnya aku dan kamu menatapnya dari tempat yang berbeda.

Persiapkan dirimu saat perjumpaan nyata nanti. Akan aku ceritakan padamu bahwa cinta tak selalu melalui pandangan mata, cinta tak selalu ada karena perkenalan lama, cinta tak selalu tercipta karena perawakan nyata, cinta bisa berada dimanasaja. Bahkan di dunia maya, tempat yang kadang tidak diperlukan logika untuk melogiskannya.
 
Seandainya kehadiran ku di dalam hidupmu sebagai cahaya, tetapkan lah aku untuk terus di dalam hatimu, untuk menyinari kehidupanmu. -makrus-
Read More