Senin, 28 September 2015

Mencoba Untuk Keberhasilan


Mengawali langkah menjadi baik adalah mencoba untuk keberhasilan, hal ini yang ingin saya terapkan untuk hari dan kemudian hari berlaku untuk semua yang ingin memahami arti sukses.

Bagi setiap orang pasti ingin dan butuh sukses namun tanpa disadari oleh kita terkadang apa yang membuat kita berhasil belum tahu karena kenapa demikian ? Tidak Mau Mencoba Dengan alasan takut jatuh dan itu rasanya sakit. Contoh ketika ada seorang anak yang bermain SkateBoard kemudian merasa belum pernah main bahkan tidak punya cara bermainnya.

Dalam sebuah fikiran akan niat untuk mencoba lalu gagal mecoba lagi lalu gagal bahkan berkali- kali gagal dan terjatuh sakit sekali. Manusia dilahirkan dengan sempurna kenapa kita tidak bertanya pada sosok kesempurnaan kita yaitu berfikir bagaimana cara bermainya. Dengan begitu kita ketahui sendiri dengan proses belajar cara sukses dan jangan sampai takut mencoba untuk keberhasilannya kita sendiri. Hidup ini kita yang jalanin tentukan kualitas diri kita untuk memantaskan esok kelak menjadi orang yang bertanggungjawab pada diri dan orang lain.

Salam sukses
Makrus pejalan kaki
Read More

Kamis, 29 Januari 2015

Matahari kita sama

Menjadi tak biasa apabila tidak seperti semestinya sebuah kekeluargaan yang anggun. meskinya tidak seperti seharusnya... yah... bagaimanapun mungkin sudah terjadi "politik balas budi". Jangan coba coba membongkar kebiasaan lama kalau tidak mau tersungkur.
Jangan lagi heran dengan kenyataan pilu yang akan menjadi pikiran ngilu menerpa prasangka-prasangka liar tak punya wadah kebajikan.

Lupa kalau label kita sama, suarakan lagi !!!, jiwa korps itu tidak lagi terdengar oleh generasi. Mala menjadi sebuah kungkungan yang terkendalikan. Hampir sudah tak menginjak bumi dan tidak menjujung langit. Menangkis kesedihan yang terombak-ambik tak karuan menerjam batu karang kesatuan batu karang padat. Lama-lama ini sudah menjadi budaya lingkungan yang tercipta harus begini.

Merindukan perubahan yang saling percaya satu sama lain dan tidak ada lagi kata ragu dengan orang yang lalu pernah mengecewakan. Indahnya saling menjaga dan membangun pondasi kebersamaan itu adalah kerinduan bersama yang masih kita rangkai meski tidak gampang. Akankah ada perubahan meski sedikit sentuhan senyum kepedulian terhadap sesama. Lalu jawablah pada dirimu yang pernah merasakan apa arti membedakan dan menyamakan ?
Read More

Jumat, 23 Januari 2015

Berbagi serbuk kebaikan

Sebuah kabut putih menyelinap diam-diam dalam pori kayu lapuk berwarna putih. Masih terasa dingin. tetesan embun dan aroma menyerbak di udara pagi hari.

Jendela pagi telah diketuk oleh sekawanan pitik berjembel merah sambil mengetewakan manusia yang tidak bisa membangun semangat pagi. Sesosok pria yang tidak jauh beda dengan pria lain yang setiap paginya menunutut ilmu, bekerja, dan berbakti dalam aksi kemanusiaan ini. Dengan baju yang sama pria ini selalu memakai batik dan seringkali jarang menggantinya dengan yang wangi penuh bunga 7 rupa.

Daun-daun yang tidak pernah membenci angin dan hamparan pasir yang tidak pernah membenci air hujan kerap kali itu adalah wujud paguyuban alam semesta ini. Setiap pagi ia selalu membersikan halaman yang dsinggahi karena ia percaya akan kata bijak ini "rawatlah aku sebagaimana kamu aku rawat disini". tak sadar ia selalu merenungkan itu.

Ia selalu meneriakkan kata-kata motivasi meski tak banyak orang yang mau mendengarnya. Selalu optimis dan percaya diri inilah yang bisa menghantarkan jiwanya selalu mampu bisa bertahan dengan orang-orang yang apatis. Ia tak pernah ragu apa yang seharusnya dijalani maupun yakini. Setapak kaki dan Pantofel lama yang setia menemaninya. Tanpa mengawali dengan mengisi energi dengan asupan makan. Ia mampu berjibaku dengan kehidupan tengah kota yang kadang sulit ini. tanpa basah-basih Quris ini selalu menampar semangatnya yang mulai lelah untuk bertahan terus untuk menggapai cita-cita menjadi orang intelektualitas dan berjiwa kemanusiaan.

Selama hidup yang sudah dilalui ia mampu mengendarainya sampai finish. yah, terkadang mamang harus berat dulu rasa hidup ini agar terbiasanya menghadapi yang mungkin lebih berat lagi. Hidup ini selalu menyuguhkan hal-hal yang membuat kita indah hanya saja kita sendirilah yang berburuk sangka. Ujian hidup adalah letak dimana kita agar terus beriman dan bertaqwa serta mampu mempertahankan standarisasi hidup kita.

"Lalu apa kamu pernah bilang ke aku begitu." Teriak laki-laki pendek itu.

"Kalaupun aku sendiri yang menjawab pasti kamu selalu mencari kekurangan orang lain." sahut Quris dengan tegas.

Hahaha... isokmu opo, nyatane wong sembayang tapi omongane rusak, yah percuma. anakku loh ngerti, yang jelek-jelek dibuang aja dan yang bagus disimpan. tungkasnya sambil berbangga diri.

Tanpa perlu debat panjang dan tidak juga berujung pada kebaikan percuma saja dibahas. Quris sambil melanjutkan makan sorenya dengan dada tersesak karena kata yang mengganjal difikirannya. Sesudah makan selesai ia melakukan gerakan tanpa pamitan yang dilontarkan kepada se-payung merah itu.

Melihat Handphone berbalut batik ia melihat sms berlangganan kata insprasi mengirimkan pesan singkat bertuliskan. "Iman itu menyelamatkan kita". Terngiang-ngiang dikepala Quris yang melilungkan fikirannya. "Apa maksud dari pesan itu." renungnya.

Sembari menikmati seduhan kopi hitam ia tak lagi mengantuk dan matapun menjelajah pandangan yang menjadi bening. Lalu ia tak lama-lama dengan memikirkan hal yang membuat otaknya tersumbat maka ia memancing obralan ringan dengan seseorang yang berbadan besar.

"Pak Mark saya mau tanya nih," nada tanya dari Quris
"Iyo, Lapo ?" dengan logat kental jawennya.
"Ada seseorang yang pernah berkata begini, Percuma orang itu sholat tapi bicaranya gak bisa dicontoh." sahut Quris.

Dia bukan orang tua yang baik, Fanah hidupnya meski sejuta kebaikan yang dilakukan hasilnya nol kembali. sudahlah hentikan omong kosong yang tidak ada guna.

Ingat orang baik selalu berorientasi pada kebaikan bukan saling cari cari keburukan sesama.
Read More

Lihat Tingkahmu

SEMOGA TANAH AIR BETAh
SEMOGA BUMI TIDAK RISIh
SEMOGA LAUT TIDAK MARAh
KONDISI INI MENGAKAR di TANAh
KONDISI INI SEPERTI API YANG MEMBARAh
LUPA YAH? KALAU MASIH ADA LANGIT CERAh
MEREKA MEMOTRET TINGKAh


Surabaya Jembatan MERAh, -23 Januari 2015. *makrus pejalan kaki.
Read More